THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 08 November 2011

Tips menghadapi TEMAN yg mulutnya sombong ...Yahoo! Answers kwkwkwk

Di hidup kita, pasti ada banyak teman dan relasi yang amat gemar menyombongkan prestasi, harta, kedudukan, gaji, kemapanan, sisi positif pasangan, kemajuan usahanya, barang mewah dan seluruh hal-hal berjenis seperti itu. Lucunya mereka sepertinya tidak akan pernah sadar kalau seluruh lawan bicaranya sudah amat muak mendengarkan pembicaraan sampah yang hanya penting bagi dirinya itu.
Namun jangan buru-buru kesal terus, karena bisa berakibat buruk bagi kesehatan jiwa dan kondisi mood kamu :) Kamu bisa dengan terselubung “memainkan” orang-orang tersebut dengan cara:
Sengaja memuji/meninggi-ninggikan secara berlebih-lebihan di saat orang itu memulai aksinya. Biasanya orang tersebut semakin gencar bercerita kehebatannya. Dan itu artinya semakin membuka banyak informasi yang bisa sangat menarik untuk digosipkan (baca: mengolok-olok di belakangnya) bersama teman-teman dan tertawa terbahak-bahak :D
Menjadi orang yang amat rendah hati dan misterius bisa membuat mereka mati penasaran dan frustasi, karena mereka tidak berhasil “membandingkan” kamu yang amat tidak seberapa di matanya.

Contoh:
Si reseh: “Wah denger-denger sudah kerja 5 tahun yah di perusahaan itu? Gajinya pasti gede banget yah?”
Kamu: “Ya gak setinggi kamu lah pasti, kan masih staf biasa” (sambil senyum)
Si reseh: “Hayo dong kasih tahu, kisaran berapa?”
Kamu: “Ya masih kisaran UMR lah” (sambil senyum-senyum)
Si reseh: “Hehe payah ah, kira-kira 5 jutaan yah?”
Kamu: “Eh gimana kabar bokap nyokap lu? Sehat-sehat aja kan?”

Dari pembicaraan diatas, pengakhirannya pasti membuat dia gusar dan kesal karena:
Kamu langsung mengganti subjek pembicaraan.
Kamu konsisten rendah hati dan bikin ia penasaran. Dan ditambah senyam-senyum pula.
Kamu tidak menanyakan balik dan memberikan tanda-tanda ketertarikan mengenai gajinya ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan harta-nya, padahal dia sudah sangat ingin ditanya sekali.

Orang sombong? Ke laut aja yah!



Kita tidak perlu membalas menyerang (kalau membalas berarti kita juga sama dg dia). Kita hendaknya diam disinilah pepatah bahwa diam itu emas. Disaat kita diam kita diuji kesabarannya, keikhlasannya, narimanya kalau lulus berarti kita telah melakukan sikap budi luhur ialah salah satu usaha ngirip-iripi sifat Tuhan yang maha luhur. Itulah cara kita beragama dg baik.


SMOGA BERMANFAAT!!...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar