THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 14 November 2011

Tips dan Koleksi SHINKEN kesayanganku

Secara umum masih banyak orang Indonesia yang awam dengan katana dan menyebutnya samurai, padahal samurai adalah istilah untuk orangnya, sedangkan pedang yang biasa digunakan disebut katana. Katana sendiri memiliki banyak tipe misalnya daito (panjang), shoto (pendek), shinken (tajam), iaito (tumpul), dsb.

Disini saya hanya ingin mengingatkan pada semua member SAS agar tdak menilai sebuah katana berdasar tampilan fisiknya saja (visual), jangan berpikiran sempit bahwa yang tampilannya mentereng ato kelihatan banyak ornamen pasti lebih baik.

Ada banyak faktor yang menentukan kualitas sebuah katana dan bagi saya tidak layak seseorang yang belum mengerti betul kemudian menilai (judging) bahwa yang ini lebih bagus dari yang itu dst... Semua harus dilihat secara komprehensif dan diperhatikan secara detil.

Paling mendasar yang harus diperhatikan adalah bilahnya, inipun masih banyak yang salah kaprah dan menilai hamon (pamor) bilah yang beraturan lebih bagus dari yang acak. Padahal hamon asli yang acak menunjukkan bahwa bilah tersebut betul-betul ditempa dan dilipat (folded) dalam pembuatannya. Mohon maaf tetapi persepsi seperti itu masih sangat dangkal dan sebaiknya belajar lebih banyak sebelum berkomentar.

Sebuah katana yang dibuat secara handmade sudah selayaknya dihargai sebagai sebuah art, saya harap rekan-rekan di SAS bisa lebih dewasa dan belajar lebih banyak... mohon jangan terlalu lama jadi orang yang tidak mengerti, belajarlah, bertanyalah, bertindaklah sekarang agar wawasan kita jadi lebih luas dan lebih baik.

Talk is easy, but do you really know what you say??
Itulah mengapa dalam latihan saya jarang bercanda, to much kidding in inapropriate time and place only show that you're lack of knowledge... ganbatte kudasai!.....................................................






Menjaga kebersihan bilah pedang
- Siapkan kain pembersih sebanyak mungkin selama melakukan tameshigiri.
- Setelah melakukan potongan terakhir, bilah langsung dibersihkan sebelum dimasukkan ke saya.

Membuat minyak Choji:
Minyak Choji dan Camelia adalah minyak-minyak yg dipakai untuk mencegah karat pada Pedang Jepang (katana,shinken juga senjata2 tradisionil lainnya)
Cuman kayaknya susah mendapatkannya di Indonesia.
Saya sarankan untuk memakai Mineral Oil (Paraffin oil), selain sifatnya sama dengan minyak choji dan camelia, juga lebih murah. Cobalah mencari di toko2 pharmacy.
kalau anda suka dengan aroma tradisional seperti bau minyak Choji..tinggal menambahkan beberapa tetes (pada minyak mineralnya) Minyak Cengkeh (Clove Oil).

Membersihkan Tsuka Ito
Setelah sering dipakai latihan, Tsuka Ito (terutama yang berwarna muda) agak menjadi kumal. Cara membersihkannya, sebagai berikut;

Sediakan sabun cair yang netral (tidak memakai campuran kimia) dan sikat gigi. Campurkan sabun cair tersebut dengan air bersih sehingga tidak terlalu pekat.
Sikat tsuka dengan sikat gigi secara lembut dan mengikuti alur tali, sehingga tidak terlalu membasahi Same.
Setelah bersih, keringkan (minimal 24 jam).

Setelah Tsuka katana anda kering rasakan apa Ito nya masi kaku, biasanya kalau Tsuka Ito yang terbuat dari katun (bukan Silk) akan menjadi lembek.

Pakailah lem kayu (warnanya putih dan kemasannya seperti odol), cairkan dengan air, sehingga menjadi seperti susu. Jangan terlalu kental, dan jangan terlalu cair.Cairan tersebut masukkanlah kedalam alat suntik lalu suntikan ke Ito.Simpul akhir pada bagian Fuchi harus yang mendapatkan perhatian, karena simpul itu sering lepas (talinya jadi lembek, sehingga simpulnya kendor).Suntikkan simpul di bagian Fuchi itu secukupnya.
Setelah kering (minimal 24 jam), Tsuka Ito anda akan menjadi kaku kembali.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar