THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 04 November 2011

Memahami Kelebihan dan Kekurangan Seseorang bukannya mencari kesalahan dan kelemahan orang laen dan menggunjingnya

Kita harus menyadari bahwa setiap manusia memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Tidak ada makhluk yang sempurna. Siapapun kita, apapun pangkat dan jabatan kita, sebesar apapun kekayaan kita sadarlah bahwa kita tidak lepas kekurangan dan keterbatasan. Ada orang yang sangat rajin ibadahnya, dan ada juga yang sebaliknya.
Demikian juga ada banyak saudara kita yang memiliki kekurangan fisik. Tapi dibalik kekurangan mereka dianugerahi kemauan dan kekuatan luar biasa sehingga bsa menjadi orang-orang hebat. Tapi, yang kita sayangkan, banyak saudara kita yang diberi kesempurnaan fisik, tapi mereka tidak bias menggunakannya untuk meraih kesuksesan. Kekurangan ada pada siapapun. Tidak hanya orang biasa, para pemimpin atau para ulama pun juga memiliki kekurangan.
Orang tua yang sedang mencari menantu biasanya akan pilah-pilih. Mana calon yang berbibit dan berbobot. Hanya saja perlu disadari bahwa setiap orang yang ganteng, kaya tapi tidak ngerti agama. Sebaliknya ada orang yang rajin ibadahnya, tapi keluarganya hidup dalam kekurangan. Seorang suami harus menyadari kalau istrinya juga memiliki kelemahan atau kekurangan, demikian pula seorang istri harus mau menerima kekurangan dan kelemahan suaminya.
Biasanya manusia terlalu memperhatikan kelebihannya sehingga lupa dengan kekurangan dirinya, akibatnya muncul sifat sombong dan angkuh. Sebaliknya manusia selalu melihat sisi buruk orang lain, sehingga kebaikan orang tersebut tertutupi dengan keburukannya. Akibatnya dia selalu memandang remeh dan rendah orang lain.
Seharusnya ketiika kita melihat atau menemukan kekurangan orang lain, maka palingkanlah mata kita ke titik kelebihannya. Dengan seperti ini, maka kita bisa menjadi orang yang sama. Kalau kita hanya melihat kesalahan dan kekurangan seseorang tanpa menimbang dengan kebiakannya kita bisa menjadi orang yang dzolim. Ada sebuah pepatah mengatakan:
“janganlah kalian menghina orang yang ada dib bawahmu (lebih rendah), karena sesungguhnya setiap manusia memiliki kelebihan”
Memaafkan kekurangan orang lain
Karena kita sudah tahu bahwa masing-masing orang mempunyai kekurang di samping kelebihannya, maka kita harus berusaha untuk memaafkan, memklumi dan menerima kekurangannya. Di samping menerima dan memaafkan kekurang orang lain, kita juga harus berusaha untuk melihat dan mengedepankan sisi kelebihannya.
Kita dilarang melihat orang lain hanya dari sisi kekurangnnya saja, apalagi kalau kita malah mencari-cari kesalahan dan kekurangan seseorang. Wong sudah baik-baik kok masih saja dicari kekurangannya. Allh SWT melarang kita mencari-cari kesalahan orang lain. Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang yang beriman jauhilah banyak prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain ……(surat al-Hujurot ayat 12)
Kebiasan melihat sisi kekurangan atau keburukan orang lain, akan menutupi mata kita dari sisi kebaikanya. Bahkan tak jarang satu titik keburukannya bisa menghalangi sekian banyak kebaikannya. Seperti satu gelas air susu yang di dalamnya ada satu butiran hitam, kita biasanya focus pada butiran hitamnya, padahal satu butir itu tidak sebanding dengan satu gelas susu. Demikian juga kalau kita tidak bijak, orang yang kebiakannya kepada kita tidak terhitung, bisa kita benci, kita musuhi bahkan bisa saja dibunuh hanya gara-gara satu kesalahannya.

sumber:
KOMPAS.com
© 2008 – 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar