THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 10 November 2011

chiness filosofi

Sejak lama bangsa tionghoa atau dikenal sebagai bangsa atau ethnic China/Cina terkenal akan keuletan dan ketekunannya dalam bekerja. Etos kerja mereka sangat baik, sehingga ketika mereka menekuni bidang usaha tertentu, mereka akan mencapai sukses, sebaliknya apabila mereka memiliki karir dalam sebuah perusahaan, mereka akan memiliki karir yang tinggi, di belahan dunia manapun. Apa rahasianya? Berikut ini Tipsanda.com akan menguraikan kearifan dan kebijakan dari pepatah tua dari negeri tirai bambu yang menjadi rahasia kesuksesan orang cina dalam bekerja maupun menekuni usaha:
1. Yan Bi Xin, Xing Bi Guo. Artinya: Memegang janji dengan teguh dan menuntaskannya sampai akhir. Salah satu hal paling ampuh digunakan untuk menilai kualitas seseorang adalah seberapa teguh ia memegang kata-katanya. Bukan hanya dalam dunia kerja, dalam kehidupan sehari-hari pun Anda enggan memiliki hubungan dengan seseorang yang tidak mampu memegang janji. Karenanya, biasakan diri untuk selalu menaati kata-kata yang Anda ucapkan. Tepati janji, patuhi tenggat waktu, serta datang on-time dalam acara meeting dengan klien. Itu semua akan mendatangkan nilai plus untuk reputasi Anda.
2. Cha Ruo Hao Li, Miu Yi Qian Li. Artinya: Kesalahan kecil adalah awal mula dari masalah besar. Berbuat kesalahan adalah manusiawi. Tetapi jangan hanya duduk bertopang dagu dan mengabaikan suatu kealpaan tanpa melakukan apapun untuk memperbaikinya. Bangsa Cina percaya, masalah kecil yang diabaikan terus suatu saat akan berkembang menjadi prahara besar. Karena itu, sejak kini biasakan diri untuk memberikan hasil sempurna dalam setiap tugas yang dikerjakan. Jangan biarkan ada celah untuk membuat kekeliruan yang tidak perlu. Sesederhana apap pun itu.
3. Xink Bi Guo. Artinya: Bekerja sampai tuntas. Orang Tionghoa percaya bahwa bekerja da menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan diri Anda. Ibaratnya, hidup di dunia ini, tidak akan berharga apabila Anda tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Waktu dan kesempatan adalah kemewahan yang pantang disia-siakan. Makanya, dalam berkarir, biasakan diri untuk selalu menuntaskan tugas yang sudah Anda mulai dan jangan menakar pekerjaan dengan kepuasan materi semata. Dengan menghasilkan karya yang baik, Anda akan memperoleh kepuasan pribadi dan semakin menguasai bidang pekerjaan.
4. Huo Yao Kong Xin, Ren Yao Xu Xin. Artinya: Bersikap rendah hati agar selalu bisa memperbaiki diri sendiri. Meniti karir dari posisi paling rendah bukanlah masalah bagi warga Tionghoa. Bagi mereka, gengsi adalah sifat buruk yang secara mutlak akan menjauhkan Anda dari kesuksesan. Karena itu, berangkat dari posisi apapun, mereka percaya kalau suatu saat akan mencapai jabatan tertinggi. Dengan catatan, senantiasa belajar dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan pribadi. Jadi jangan biarkan jabatan yang tertera pada kartu nama membatasi diri untuk bermimpi setinggi mungkin.
5. Fu Shui Nan Shou. Artinya: Jangan hidup di masa lalu. Bangsa Tionghoa percaya bahwa kagagalan atau keberhasilan di masa lalu adalah bahan pertimbangan yang berharga bagi Anda untuk melangkah di masa depan. Tapi jangan sampai Anda terjbak hidup di masa lalu. Supaya sukses, Anda justru mesti memfokuskan seluruh energi dan kesadaran pada hal-hal yang sedang dihadapi. Berhenti memikirkan kesalahan di masa lalu dan pusatkan pikiran untuk mencapai keberhasilan dalam tugas apapun yang sedang Anda kerjakan sekarang.
6. Gua Yang Tou, Mai Gou Rou. Artinya: Jika ingin orang lain melakukan apa yang Anda minta, berikan contoh yang sesuai. Petuah ini amat berguna bagi Anda yang menempati posisi manajer di perusahaan. Sebaik-baik pelajaran yang Anda berikan kepada orang lain adalah yang disampaikan dengan cara memberikan contoh yang benar. Di negeri barat, hal ini disebut sebagai “Lead by Example”. Tunjukkan Anda adalah seorang atasan yang bisa diandalkan, sebelum memerintahkan anak buah menunjukkan perilaku serupa.
7. Zhong Yan Ni Er. Artinya: Jangan biarkan kritik mematahkan semangat Anda. Semakin tinggi pohon semakin kencang pula angin yang menerpanya. Jika tidak kuat-kuat mencengkeram tanah, suatu saat pohon tersebut akan tumbang diterpa angin. Begitu pula dengan manusia. Kian tinggi jabatan seseorang, kian sengit pula kritik yang ditujukan ke arahnya. Makanya, kuatkan diri Anda dan justru manfaatkan kritik pedas dari orang lain sebagai bahan memperbaiki diri. Abaikan kritik yang sifatnya tidak membangun dan hanya dilontarkan untuk menjatuhkan diri Anda.
8. Xuan Liang Ci Gu. Artinya: Jangan sampai kegagalan menghentikan Anda untuk maju. Orang Tionghoa selalu beranggapan bahwa setiap rintangan yang ditemui dalam kehidupan ini akan membawa dirinya kepada kondisi yang lebih baik. Ibarat ujian kenaikan pangkat, kalau berhasil dilewati, maka ganjaran yang diterima lebih besar. Makanya, jika ingin berhasil, kerahkan seluruh tenaga dan pikiran. Kalau menemui masalah, jangan lekas menyerah dan patah semangat. Segera berusaha mencari solusi agar Anda dapat segera bangkit kembali.

Bangsa Tionghoa terkenal dengan kerja keras dan keuletan mereka dalam menggapai mimpi. Nama-nama seperti Mari Pangestu, Bob Sadino, Agnes Monica, Richard Oh dan Angelique Wijaya, pasti tak asing lagi di telinga Anda. Mereka hanya contoh kecil tokoh Indonesia keturunan Tionghoa yang mengukir prestasi cemerlang di bidang karir masing-masing. Mereka sekaligus membuktikan, warga Tionghoa tidak hanya bisa sukses sebagai pegadang. Etos kerja dan semangat juang tinggi (meski terkadang juga bisa dinilai sangat ambisius) adalah modal mereka. Melengkapi artikel sebelumnya tentang Tips Meniru Rahasia Sukse Orang China, berikut ini adalah 7 Prinsip (Kumpulan etos kerja hebat dan pantas ditiru) yang dipegang teguh orang Tionghoa dalam mengejar kesuksesan hidup:
1. Tak Takut Bermimpi. Meniti karir dari posisi paling bawah sekalipun, orang Tionghoa tidak gengsi. “Sebab, walau masih berada di bawah, mereka tidak takut bermimpi meraih jabatan paling tinggi, Misalnya, ketika menjadi seorang loper Koran, ia akan bermimpi memiliki sebuah penerbitan Koran,” ujar Drs. Sidharta Wirahadikusuma, M.Ed, Pengajar Jurusan Bahasa & Sastra Mandarin di Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Ketua Konsorsium Daerah Bahasa Mandarin Dikmenti DKI Jakarta. Dengan menggenggam impian setinggi langit ini, disadari atau tidak, Anda pun akan berusaha mencari jalan dan menyusun strategi untuk mencapainya. “Orang Tionghoa amat percaya bahwa roda kehidupan itu selalu berputar. Suatu saat berada di bawah, namun di lain waktu pasti akan berhasil mencapai posisi puncak,” imbuh Sidharta.
2. Bekerja dan Bekerja. Bekerja dan menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan diri Anda. Orang Tionghoa memegang hal ini sebagai pedoman hidup. “Ibaratnya, apabila tidak bekerja atau pun tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain, apa gunanya hidup.” Ujar Sidharta. Waktu dan kesempatan adalah suatu kemewahan yang pantang disia-siakan oleh orang Tionghoa. JIka memakai filosofi ini dalam berkarir, maka itu berarti jangan selalu menakar tugas hanya dengan kepuasan materi. Sebab dengan menghasilkan karya yang baik, Anda pun sudah memperoleh kepuasan pribadi dan makin menguasai bidang pekerjaan yang Anda tekuni saat ini. Jangan lupa bahwa pembuktian diri berupa karya yang baik juga bisa menjadi ajang promosi diri. Bukan hanya pembuktian diri di perusahaan temapt Anda bekerja, namun juga akan sampai ke perusahaan tetangga.
3. Berpikir Untuk 3 Keturunan. Menurut falsafah Konghucu, bangsa Tionghoa selalu berpikir untuk 3 keturunan sekaligus, yaitu untuk dirinya, anak dan cucunya. Contohnya bila ia memiliki uang Rp50.000, maka ia tidak akan menggunakan seluruhnya untuk kepentingan pribadi, melainkan hanya sekitar Rp15.000 saja. Sisanya akan disimpan untuk keperluan anak dan cucu. Dengan bersikap hemat, mereka bisa mengantisipasi berbagaia masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.
4. Tak Pernah Menyerah. Setiap orang pasti menemukan rintangan dalam hidup. Namun, setiap rang juga memiliki cara berbeda dalam menyikapinya. Orang Tionghoa percaya, setiap rintangan dalam kehidupan ini akan membawa dirinya pada kondisi yang lebih baik. Ibarat ujian kenaikan pangkat, kalau berhasil dilewati maka akan memperoleh ganjaran (hasil) yang lebih besar. Ada pepatah klasik yang sejalan denganhal ini yaitu, kehidupan seseorang hendaknya seperti “ikan mas yang berhasil melompati jembatan naga”. Di Jepang dan Cina, ikan mas adalah lambangn kekayaan dan kesejahteraan. Di sungai mereka berenang menentang arus dari hilir ke hulu, untuk menangkap makanan. Walau sesekal terbawa arus, mereka berenang kembali menuju arah semula. Untuk menangkal kuatnya arus, ikan mas berenang menepi. “Pelajaran yang bisa ditarik adalah setiap orang harus mau berusaha untuk mencapai sesuatu. Kalau menemukan masalah, jangan lekas menyerah dan berusahalah mencari solusinya. Kemudian, maju lagi menuju tujuan semula,” ujar Sidharta.
5. Menguasai Bisnis Dari Hulu ke Hilir. Dalam buku “Resep Kaya Ala Tionghoa” karya Lie Charlie, agar lebih hemat, seorang pengusaha Tionghoa akan berusaha memangkas biaya produksi dengan cara menangani sendiri keseluruhan proses produksinya. Misalnya, seorang pengusaha mie instan akan membuat sendiri semua bahan baku mie. Tepung terigu, bumbu-bumbu bawang, cabai, atau tmat diusahakan dibuat sendiri atau dengan menggandeng pemasok yang sudah dikenal, sehingga bisa member nya harga ‘miring’. Jadi selain berkonsentrasi pada bisnis hilir, pengusaha Tionghoa juga akan mengembangkan bisnis di hulu  untuk mendukung keseluruhan usahanya. Meski cara yang biasa ditempuh pengusaha Tionghoa ini secara ilmu ekonomi bisa berbahaya karena rawan tindak monopoli, Anda bisa mengambil sisi positifnya. Misalnya, sebagai pegawai, Anda juga bisa menerapkan tips ini dengan cara mengenal dan (kalau bisa) mengusai seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan posisi Anda di kantor. Misalnya, sebagai seorang staf marketing suatu perusahaan penerbitan, Anda juga perlu mengetahui  proses pembuatan naskah, layout, hingga pemasarannya. Bekali pula diri Anda dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat dari pelbagai sumber. Bukankah Anda punya cita-cita pada suatu saat nanti akan memiliki sebuah perusahaan penerbitan sendiri?
6. Memberi Service Terbaik. Memelihara reputasi adalah poin penting yang harus dipegang setiap orang. Sebab Anda sendiri akan enggan memiliki hubungan dengan seseorang yang tidak dapat dipercaya bukan? Dalam karir, menjaga reputasi dan nama baik bisa dilakukan dengan cara: selalu menepati janji, menaati tenggat pekerjaan serta selalu menampilkan kesan baik di mata setiap orang yang berhubungan dengan Anda. Terkait denga hal ini, dalam kebudayaan Tionghoa, ada pepatah yang berbunyi “Jika tidak pandai tersenyum, janganlah membuka toko.”Kira-kira maksudnya adalah dalam berkarir ataupun berbisnis, kemampuan kerja seseorang bukanlah hal utama yang dijadikan penilaian, faktor yang tak kalah penting adalah menyangkut kemampuan membawa diri dan kesediaan untuk memberika pelayanan yang terbaik setiap kali mengerjakan sesuatu.
7. Memelihara Relasi. Orang Tionghoa amat mementingkan kekerabatan dan relasi. Mereka percaya bahwa tidak ada orang yang memapu hidup sendiri tanp bantuan orang lain. Dengan memiliki relasi, peluang bisnis terbuka lebar. Bagi pengusaha Tionghoa, pelanggan juga termasuk relasi yang harus dijaga dengan baik. Bahkan demi mendapatkan pelanggan setia, mereka tidak akan segan untuk merugi di awal. Pepatah mereka mengatakan, “walau berisik dan membuang kotoran di mana-mana, seseorang tidak boleh menyembelih seekor angsa bertelur emas” Jadi, ibarat memelihara seekor angsa bertelur emas, maka seorang pengusaha wajib menjaga hubungan baik dengan pelanggannya, walaupun pelanggannya seringkali merepotkan. Dalam berkarir, Anda pun harus menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan serta klien. Dengan menjaga hubungan yang dimiliki, niscaya kebahagiaan dan kesuksesan tidak akan berada jauh dari tempat Anda berdir saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar